Catatan iseng

“The Sister site”

NPWP

Posted by thiec pada 28 Mei 2007

NPWP menurut Undang-Undang adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya (UU No.16 Tahun 2000). NPWP dapat diperoleh di Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

NPWP terdiri dari 15 digit yaitu 9 digit pertama merupakan Kode Wajib Pajak dan 6 digit berikutnya merupakan Kode Administrasi Perpajakan. Contoh Format NPWP, 01.718.327.8-091.000 milik PT. Telkomsel. Lebih lanjut NPWP dapat dirinci sebagai berikut :

  • 2 digit pertama adalah identitas Wajib Pajak,
  • 6 digit kedua merupakan nomor registrasi / urut yang diberikan Kantor Pusat DJP kepada KPP,
  • 1 digit ketiga diberikan untuk KPP sebagai alat pengaman agar tidak terjadi pemalsuan dan kesalahan NPWP,
  • 3 digit keempat adalah kode KPP,
  • 3 digit terakhir adalah status wajib pajak (Tunggal, Pusat atau Cabang).

Banyak orang enggan berbicara soal pajak, selain tidak menghasilkan apa-apa, juga sering dipersulit oleh oknum Pajak. Tapi ingat, Pajak adalah sumber pendapatan utama negara kita, 70% dari APBN 2007 atau Rp. 509 Triliun berasal dari Pajak. Hanya disayangkan negara kita belum mampu memaksimalkan penggunaannya.

Kembali ke NPWP. Dewasa ini, angka satu ini memang mulai gencar diterapkan pada setiap transaksi keuangan, baik jual-beli asset maupun simpan/pinjam dana dalam jumlah besar. Tanpa NPWP akan sulit menjual tanah atau bangunan, sulit memperoleh pinjaman bank dan lain-lain. Bahkan melalui peraturan pajak terbaru (PER-16/PJ/2007), setiap pegawai dan pengurus perusahaan dalam level penghasilan tertentu “dipaksa” memiliki NPWP.

NPWP dinilai sebagian orang sangat merepotkan karena menyangkut berbagai keharusan untuk menyetor dan melaporkan pajak. Belum lagi minimnya pengetahuan pajak menyebabkan sebagian orang memilih menghindar atau mengelak dari kewajiban memiliki NPWP. Ketakutan tersebut semakin menjadi setelah bertemu oknum pajak yang mencari kesempatan ditengah ketidaktahuan dari Wajib Pajak.

Sebenarnya memperoleh NPWP sangat mudah dan gratis. Kita bisa langsung mengunjungi KPP setempat dan mengisi fomulir disertai identitas diri, selang beberapa hari Kartu NPWP siap diambil di tempat tersebut dan GRATIS. Memang setelah memperoleh NPWP, anda otomatis akan terikat dengan segala bentuk keharusan menyetor dan melaporkan pajak, tapi untuk pegawai, cukup setahun sekali kok. Formulir dapat diperoleh secara online di sini , bahkan bisa mendaftar secara online di website pajak sebagai bentuk antisipasi ketemu dengan oknum yang tidak bertanggung jawab.

3 Tanggapan to “NPWP”

  1. najib said

    Yang 2 digit pertama yang menunjukkan identitas WP, didasarkan pada apa y?? Nomor akta pendiriankah??

    Thanks

  2. thiec said

    Sepengetahuan saya, 2 digit awal tidak ditentukan berdasarkan nomor akta ataupun nomor identitas lain dari wajib pajak. Penomoran merupakan kebijakan internal dirjen pajak dan saya belum pernah melihat atau membaca aturan penomoran tersebut.

  3. Anton said

    Di negara kita,terkadang bisa menjengkelkan.Segala hal banyak yg dipersulit,sehingga membuat masyarakat enggan . Mengapa ? Seperti hal yg sepele saja,contohnya: Katanya kita bisa mendaftar secara online,tapi ternyata masih dipersulit,apa systemnya yg ngeheng atau memang disengaja. Kalau kita di kantor pajak sering ditakut – takuti,apalagi yg warga keturunan,yg tak lain ujungnya minta uang. karena takut di rekam,biasanya oknum pajak meminta dengan menulis angka yg diminta. Padahal kita mau bayar,tetapi selalu dipersulit. Jadi kesimpulannya,alangkah baik pemerintah membuat suatu tim seperti KPK untuk menindaklanjuti masalah ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: